Laman

  • Home

Senin, 13 Juli 2015

10 Pelajaran Marketing dari Steve Jobs yang Tidak Lekang oleh Waktu

 
Steve Jobs, Salah Satu Pendiri Apple :"Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan hebat adalah dengan cara mencintai apa yang kamu lakukan."

"Ini adalah untuk orang-orang yang gila, canggung, pemberontak, pembuat onar, pasak bulat di lubang persegi ... orang-orang yang melihat sesuatu yang berbeda - mereka tidak menyukai aturan ... Anda dapat mengutip mereka, tidak setuju dengan mereka, memuliakan atau menjelekkan mereka, tetapi satu hal yang tidak dapat Anda lakukan adalah mengabaikan mereka karena mereka mengubah banyak hal ... Mereka mendorong umat manusia ke depan, dan sementara beberapa mungkin melihat mereka sebagai orang-orang gila, kita melihat jenius, karena orang-orang yang cukup gila untuk berpikir bahwa mereka dapat mengubah dunia, adalah orang-orang yang melakukan "-. Steve Jobs, Think Different (1997)

Steve Jobs tidak hanya mewakili sebuah brand, tapi mewakili sebuah generasi pengguna yang mengikuti jejak atas kreativitasnya. Tidaklah berlebihan jika Steve Jobs telah membawa dampak pada kehidupan banyak orang. Meskipun Anda tidak selalu menyadari hal tersebut, inovasinya telah mempengaruhi segala sesuatu di sekitar Anda, dari film, komputer, musik dan ponsel. Sebuah kreativitas yang sangat luar biasa.

Banyak orang masih terus bertanya: "Mengapa Apple merupakan merek yang sukses?" Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus ingat beberapa kutipan kunci Steve Jobs, ketika dia hanya seorang visioner muda:

"Pemasaran adalah tentang nilai-nilai. Ini adalah dunia yang rumit dan berisik, dan kita tidak akan mendapatkan kesempatan untuk membuat orang-orang mengingat banyak tentang kita. Tidak ada perusahaan. Jadi kita harus benar-benar jelas tentang apa yang kita inginkan dari mereka untuk tahu tentang kita. "

Dan anak laki-laki ini, adalah benar tentang apa yang kita ingat! Tidak hanya produknya yang ikonik, tetapi juga menjadi warisan. Kunci keberhasilan Steve Jobs adalah kombinasi dari strategi kualitas, inovasi, dan pasar yang dirancang dengan sangat hati-hati. Kombinasi ini begitu efektif sehingga Apple berhasil menemukan kembali produk yang sudah tersedia di pasar, dan mendapati konsumen berpikir bahwa mereka belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya.
 
Steve Jobs tidak hanya menciptakan Apple kembali, tapi dia juga mendesain ulang dan memasarkan ribuan produk yang sebenarnya sudah banyak di pasaran (misalnya mp3 player). Steve sangat brilian, bahkan ketika ia dipecat dari jabatannya sebagai CEO Apple, hal itu tidak menghentikan dia untuk kembali ke jabatannya yang kedua kalinya, dan kali ini meningkatkan penjualan mereka.

"Orang-orang yang cukup gila untuk berpikir bahwa merka bisa merubah dunia, adalah orang-orang yang melakukannya."

Steve Jobs adalah orang yang menganut "Product Sells Itself" dan beberapa hal yang perlu kita pelajari dari apa yang telah dilakukan oleh Steve Jobs dalam memasarkan produk Apple adalah sebagai berikut:
1) Membuat Produk Yang Hebat

Dalam mengamati kesuksesan, strategi, inspirasi, dan inovasi, sangat sedikit pengusaha yang berhasil mencapai apa yang Steve Jobs telah lakukan; membuat produk yang hebat: mulai dari kinerjanya sampai dengan ruang fisik yang dimanfaatkan, desain, dan kotak cantik sebagai pembungkus produk. Ketika Anda membeli produk Apple Anda tahu apa yang Anda harapkan. Semua kinerja ini tidak dibangun sendirian dan tidak dibangun dalam waktu yang singkat, yang terpenting adalah semua bagian fungsi berkomitmen menghasilkan kinerja yang sempurna dan detail.

Dengan produk hebat yang diciptakan oleh Apple, Steve Jobs mampu membuat orang ingin memiliki produk Apple meskipun sebenarnya mereka tidak membutuhkannya. Hal bukan karena untuk membodohi orang atau karena kemampuan menyakinkan orang untuk membeli produk yang tidak dibutuhkannya, tetapi karena kemampuan Steve Jobs dalam menerjemahkan apa yang dia inginkan dan membuat orang ingin seperti apa yang dia inginkan. Sungguh suatu hal yang luar biasa !

2) Jangan Menjual Produk, Tapi Menjual Mimpi

Kemampuan Steve Jobs yang lain adalah kemampuan memasukkan idiologi dalam produknya, kemampuan memasukkan sebuah mimpi dan harapan ke dalam produk yang diciptakannya.
Apple memperlakukan customer sebagai orang yang punya mimpi, bukan sekadar customer, dan Apple membantu customer untuk meraih mimpi dan harapannya. 
Di sinilah kemampuan komunikasi pasar yang sangat luar biasa yang dimiliki oleh Apple sehingga customer merasakan mereka dihargai sebagai orang yang punya mimpi dan punya harapan dan dengan produk Apple mereka yakin bisa mewujudkan mimpinya.

"Biarkan keberanian mengikuti hati dan intuisimu. Mereka kadang yang tahu apa yang sebenarnya anda inginkan terjadi."

 3) Fokus Pada Pengalaman

Orang sudah tidak membeli produk sebagai pemenuhan kebutuhan, mereka sudah berharap lebih. Apple sudah merupakan gaya hidup, bukan sekedar produk yang mampu memenuhi fungsinya.

Memiliki produk Apple seolah anda telah memiliki sebuah "jati diri", dan inilah yang dilakukan oleh Apple dalam menyakinkan customer bahwa mereka punya "sesuatu dalam hidup"-nya yang butuh aktualisasi dalam wujud produk. Pengalaman memiliki "sesuatu hal" inilah yang terus dikomunikasikan oleh Apple sebagai sebuah ideologi.

"Hampir semuanya - Semua Harapan Ekstenal, Semua Kebanggan, Semua Ketakutan akan Kenistaan dan Kegagalan - Semua ini hanya akan hilang dalam menghadapi kematian, hanya tinggal apa yang benar-benar penting. Mengingat bahwa Anda akan mati adalah cara yang terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan pemikiran bahwa Anda punya sesuatu yang akan hilang. Anda sudah terlanjur telanjang, sudah tidak ada alasan untuk tidak mengikuti hati Anda."

4) Buatlah Customer Menjadi Penganutmu, Bukan Sekedar Customer

Pelanggan Apple adalah pelanggan yang loyal, seolah produk Apple merupakan produk panutan yang harus selalu diikuti perkembangannya. Efek ini terlahir dari keterpaduan 3 strategi sebelumnya, yang membuat brand Apple sebagai sebuah kebanggaan selayaknya kita memiliki motor Harley Davidson. 
Sebuah posisi brand yang paling tinggi yang telah dicapai oleh Apple.

Harga sudah bukan lagi menjadi pertimbangan ketika mereka sudah memilih Apple.
 
 
5) Ahli Mengkomunikasikan Pesan, (sekarang kita berposisi pada subjek, dan pengiriman juga).

Semua hal di atas sangat tergantug bagaimana kita memproduksi sebuah pesan dan kemampuan menyampaikan pesan tersebut kepada customer dan semua orang yang memiliki potensi sebagai customer. Bagian tersulit dari promosi adalah produksi pesan yang sesuai dengan apa yang kita inginkan dan mengukur apa yang akan terjadi jika sudah sampai kepada audience.

Pesan  yang bagus pun tidak akan banyak membantu jika kita tidak bisa mengkomunikasikannya kepada audience.

6) Keputusan Harus Dibuat Oleh Kelompok, Bukan Sekelompok Orang.

Anda harus selalu mendorong tim untuk mendiskusikan ide-ide awal, tapi kemudian hanya meninggalkan orang-orang yang paling cocok untuk membuat keputusan akhir.

7) Cari Pesaing (Lawan)

Untuk mencari loyalitas pelanggan, kita harus menentukan lawan yang akan bersaing dengan kita agar customer secara psikologis mengambil posisi dari dua posisi yang tersedia, loyal kepada kita atau loyal kepada lawan. Hal ini akan memberikan gambaran yang jelas mengenai pengembangan apa yang seharusnya dilakukan terhadap produk lawan, dan usaha apa yang harus dilakukan untuk memenuhi ekspektasi pelanggan yang loyal kepada kita.

Posisi yang abu-abu dari pelanggan memberikan kontribusi kesulitan kepada perusahaan untuk membuat suatu perbedaan yang jelas, dan perbedaan yang dibangun ini adalah brand itu sendiri.
 8) Jaga Desain Tetap Simple, Dan Ketika Sudah Anda Lakukan, Sederhanakan Bahkan Lebih Sederhana Lagi.

Desain-desain apple terbukti sangat sederhana namun sangat powerfull dalam menarik minat customer, dan pengembangan produknya pun justru semakin ringkas dan kompak.
 
9) Anda Tidak Harus Jadi Yang Pertama, Tapi Harus Yang Terbaik

Apple bukanlah yang pertama menciptakan MP3 Player, SmarPhone, Tablet dan Komputer. Mereka hanya mendefinisi ulang dan menginvestasikan usaha-usaha mereka untuk menerapkan teknologi-teknologi baru yang mampu membuat "dunia lain" yang berbeda.

"Mari kita ciptakan hari esok daripada merisaukan apa yang terjadi kemarin."
 10) Berinovasi atau Mati

Kunci dari semua yang dilakukan Apple adalah inovasi, inovasi inilah yang membuat Apple mampu bertahan dalam kondisi persaingan yang luar biasa. Berpikir beda dari sisi pengguna membuat Apple mampu menciptakan teknologi-teknologi yang "berbeda" dengan pesaing yang pada akhirnya mampu membuat dunia-nya sendiri.

"Inovasilah yang jelas membedakan antara pemimpin dan pengikut."