Laman

  • Home

Senin, 15 Juni 2015

Uni Emirat Arab, Pintu Gerbang Pasar Timur Tengah


Pengembangan pasar ekspor untuk produk UMKM selalu diusahakan oleh Rumah UMKM berdasarkan perkembangan informasi yang terkini. Dengan kenyataan bahwa pasar Eropa masih stagnan dan pasar USA sedang mulai bangkit pelan-pelan, kami harus segera bisa membuka pasar dunia yang lebih potensial. Kami melihat bahwa pertumbuhan negara-negara di Timur Tengah sangat pesat meskipun beberapa di antara adalah negara-negara yang sedang bergolak.


Pasar Uni Emirat Arab merupakan incaran kami karena kekuatan daya belinya dan karena kebutuhan impor-nya yang sangat besar, selain pasar Saudi Arabia.


Profil Singkat Uni Emirat Arab

Sebagai negara termakmur no 4 dunia dengan tingkat daya beli yang tinggi, peluang ekspor produk Indonesia di pasar UEA masih sangat terbuka. UEA juga dapat dijadikan pintu gerbang produk Indonesia untuk penetrasi ke pasar Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan dan Eropa Timur mengingat sebagian besar ( sekitar 70 % ) produk impor tersebut dire-ekspor ke negara-negara tersebut.

Dengan GDP sekitar US $ 191 milyar, UEA saat ini merupakan kekuatan ekonomi kedua terbesar setelah Arab saudi. Negara ini, dengan dipelopori Emirat Dubai, sedang mengembangkan diri untuk menjadi “economic hub” dikawasan Timur Tengah.

Sebagai gambaran, nilai perdagangan RI – UEA saat ini baru mencapai sekitar US$ 1,5 milyar, jauh dibawah China (US$ 20 milyar), India (US$ 19 milyar), bahkan Pakistan (US$ 5 milyar), Thailand (US$ 4 milyar) DAN Malaysia (US$ 3 milyar).

Di bidang Investasi, UEA juga sangat menjanjikan. Sampai saat ini paling tidak nilai investasi dari UEA di Indonesia sudah mencapai lebih dari US$ 6 milyar baik dalam bentuk komitmen maupun dalam proses realisasi.

Sebagai negara yang berbasis pertanian, peluang untuk melakukan kerjasama di bidang agribisnis sangat tinggi. Sekitar 85% produk makanan UEA diimpor dari negara-negara lain, dan bahkan untuk keperluan ketahanan pangan saat ini, UEA telah berupaya untuk melakukan investasi di bidang pertanian di Sudan, Pakistan, dan Kazakhstan.

Pelabuhan Al Jebel Ali, UEA

Dubai, UEA

Abudabhu, UEA
Peluang Ekspor Ke Uni Emirat Arab

UEA merupakan pasar yang potensial untuk produk ekspor Indonesia baik komoditi pertanian maupun produk hasil industri termasuk sektor jasa. Secara umum, semua produk ekspor Indonesia memiliki peluang besar di pasar UEA selama memiliki daya saing. Harga produk Indonesia umumnya lebih mahal dibandingkan produk sejenis dari negara pesaing khususnya China, namun sejauh mutunya dijaga tetap memiliki peluang yang baik di UEA.

Beberapa produk utama dan potensial yang di impor dari Indonesia yang memiliki peluang besar untuk pasar UEA yakni karet, tekstil, furniture, kopi, kakao, komponen kendaran bermotor dan alas kaki.

Sedangkan produk potensial yang perlu mendapat perhatian yakni kulit dan produk kulit, perhiasan (terutama perhiasan dari emas), alat-alat tulis (ATK), rempah-rempah (lada, kayu manis, cengkeh, biji pala dan ketumbar), minyak essensial (astiri dan minyak lainnya).

Di samping produk-produk diatas, produk lainnya yang memiliki peluang besar di UEA baik untuk lokal maupun re-ekspor adalah kayu, kertas, alat-alat kesehatan, minyak kelapa sawit, produk kerajinan, bahan bangunan dan ikan. Building materials juga memiliki peluang besar mengingat di UEA saat ini sedang booming pembangunan proyek properti berupa gedung perkantoran, apartemen dan hotel.

Selain terkait masalah terbukanya peluang perdagangan ke negara-negara di kawasan UEA, penerapan kebijakan perdagangan bebas di kawasan UEA sehingga dalam melakukan perdagangan dengan UEA pada prinsipnya tidak ada hambatan yang berarti baik tarif maupun bukan tarif.

Untuk tarif bea masuk secara umum antara 0-5 %, sementara hambatan lainnya selama ini tidak ada yang dikeluhkan oleh pengusaha eksportir Indonesia. Namun demikian, para pengusaha Indonesia hendaknya memperhatikan tentang latar belakang budaya, waktu, cuaca dan iklim.