Laman

  • Home

Selasa, 16 Juni 2015

Sharing dari Seorang Sahabat : Cake Preneur !

Buku Cake Prenuer - Untuk Yang Ingin Usaha Bakery
 
MEMBANGUN PASSION DI BIDANG BAKERY

Profesi Chef menjadi sebuah profesi yang menjanjikan akhir-akhir ini.  Konotasi chef yang dahulu identik dengan baju putih panjang dan topi tinggi  sekarang sudah bergeser menjadi tampilan yang modis dan trendy yang terkadang keluar dari pattorn atau pola sosok seorang chef. Saat ini seorang chef bisa tampil dengan ber”anting” atau bahkan dengan tangan penuh gambar tattoo. Hal ini di picu dengan bermunculannya aneka acara demo masak di televisi dan media cetak yang mengetengahkan chef dengan berbagai sosok dan dandanan yang mungkin jauh dengan seorang chef yang seharusnya. Itulah yang akhir-akhir ini kita kenal dengan istilah chef celebrity.
Secara sepintas istilah chef, berdasar asal katanya "chef " berasal dari bahasa perancis, yang jika di bahasa inggriskan artinya chief atau leader yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti pimpinan.Penggunaan istilah chef dalam bahasa perancis yang merupakan istilah bagi juru masak atau ahli masak di sebabkan Perancis merupakan kiblat kuliner dunia, dan Perancislah yang pertama kali menyebarkan chef ke seluruh penjuru dunia.

Lalu bagaimana kita bisa membangun profesi sebagai seorang chef terutama baker chef atau chef yang mengkhususkan pada bidang Bakery. Bagaimana seseorang bisa di sebut sebagai seorang chef baker?Banyak orang menanyakan hal tersebut.  Menurut salah seorang pakar kuliner dalam buku Professional Cooking, Wyne Gisslen, bahwa Ijazah tidak akan membuat seseorang di sebut sebagai seorang chef. Seseorang dapat di sebut sebagai seorang chef baker apabila telah mampu membuat berbagai produk bakery dari roti, cake, pastry dan biscuit ribuan kali atau dengan kata lain mampu membuatnya dengan baik sebagaimana kualitas yang diinginkan dari tiap produk tersebut. 

Di Indonesia untuk menjadi seorang chef , ada banyak jalan atau jalur pendidikan yang dapat di lalui. Pada jenjang sekolah menengah atas ada SMK atau Sekolah Menengah kejuruan jurusan Tata Boga atau Patiseri, namun sayangnya kurikulum yang berganti-ganti akhirnya jurusan Patiseri cenderung kurang terekspose dan kurang di minati, karena siswa banyak yang di arahkan ke Tata Boga. Materi yang di sampaikan dalam kurikulum cenderung masih kurang untuk memahami teori tentang dasar-dasar pembuatan roti atau Basic Bread Making, apalagi materi prakteknya. Padahal kenyataannya pertumbuhan Industry Bakery di Indonesia sangat cukup besar potensinya. Sedangkan untuk jenjang yang lebih tinggi ada Sekolah Tinggi Pariwisata atau Sekolah Tinggi Perhotelan yang membuka Jurusan Tata Boga atau Jurusan Manajemen Patiseri. Tentunya setelah luluspun belum tentu langsung dapat di sebut sebagai seorang chef. Mereka masih butuh pengalaman dan Jam terbang dalam menggeluti profesi sebagai chef apalagi yang khusus tentang bakery. Untuk menjadi “Chef” dalam arti sebagai profesi, chef dengan arti seorang pemimpin, mereka  harus menguasai aspek lain terutama adalah leadership dan kemampuan manajemen atau organisasi.

Namun  untuk memiliki kesenangan di bidang bakery atau bahkan memiliki usaha bakery, seseorang dapat melaluinya berangkat dari berbagai bidang profesi apapun asal orang tersebut benar-benar memiliki “Passion” atau gairah untuk menyenangi hal-hal yang berhubungan dengan Bakery. Orang tersebut dapat memiliki berbagai latar belakang pendidikan dari Insinyur IT, Mesin, Bangunan, Sarjana Hukum ataupun latar belakang yang tidak berhubungan dengan bakery sekalipun.

Saya memiliki teman seseorang yang berlatar belakang Sarjana Hukum , karena sejak umur 11 tahun selalu diajari oleh Ibu dan keluarganya dengan memasak atau mengolah produk-produk Bakery, akhirnya setelah lulus dan sempat bekerja di Bidang Hukum, saat ini Ia justru banting setir menggeluti usaha bakery. Dia tidak pernah memiliki pendidikan formal di bidang bakery, namun kesenangannya dalam bidang bakery menjadikannya selalu mencoba resep-resep yang ada di Internet, majalah, buku dan resep-resep menarik yang ia temui. Bahkan Bakery sekarang menjadi jalan hidup atau penopang hidupnya. Ternyata pengalaman masa kecil dan pengaruh keluarga mampu membangkitkan “Passion” atau kesenangan di bidang bakery hingga dapat di jadikan jalan mencari nafkah sehari-hari. Bagaimana dengan Anda?
 
- Husin Syarbini
Solo, 16 Juni 2015