Laman

  • Home

Jumat, 12 Juni 2015

Produk Agro Unggulan Jawa Tengah, Apa Ya ?

Rapat Koordinasi Produk Agro Unggulan Jawa Tengah

Hari Rabu lalu tanggal 10 Juni 2015 bertempat di Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah, kami diundang untuk memberikan sumbang saran dalam rapat koordinasi penentuan produk agro unggulan Jawa Tengah oleh Kepala Bidang Industri Agro, Ibu Ratna Kawuri.

Dalam rapat ini beberapa SKPD terkait, Lembaga Konsumen, Akademisi dan Kadin Jateng diundang untuk berkoordinasi dalam menentukan produk agro unggulan Jawa Tengah. Beberapa komoditas yang menjadi program unggulan seperti susu, garam, produk pertanian dan produk peternakan dipaparkan oleh instansi terkait dan sangat menarik perhatian saya. Di samping itu beberapa isu-isu yang berkembang dalam masyarakat seperti beras plastik, kemiri dari tepung, merica palsu dan lain-lain juga ikut dibahas.

Produk Agro di Paar Modern

Kategori produk agro unggulan adalah KETERSEDIAAN dan KETERSEBARAN. Dari 30 produk unggulan akan disaring menjadi 10 komoditas dan 2 komoditas unggulan sebagai pilot project. 

Dalam kesempatan ini dipaparkan produk SUSU sebagai produk pangan strategis.yang masih perlu mendapatkan perhatian di Jawa Tengah, terutama dengan adanya kendala supply pakan yang relatif mahal (di Jawa Tengah). Data yang kami peroleh adalah produksi susu di Jawa Tengah adalah 200 ton per hari dari 150.000 ekor sapi dan 42.000 peternak sapi.

Beberapa produk olahan yang berkembang adalah keju dan yogurt, dan beberapa UMKM ada yang kreatif mengolahnya menjadi kripik susu. Dari catatan Disperindag sudah ada 20 IKM yang mengolah susu di Jawa Tengah. Program peningkatan kapasitas yang akan dilakukan adalah meningkatkan kapasitas peternakan dari 40 ekor sapi rata-rata menjadi 200 ekor per IKM. 

Sementara itu produksi garam di Jawa Tengah adalah sebagai berikut; Garam Rakyat 200 - 300 ton per tahun dan Garam Beryodium 500.000 ton per tahun. Edukasi kepada petani garam untuk pengolahan cairan bitten yang terjadi saat produksi garam belum maksimal, padahal potensi cairan tersebut untuk komponen minuman elektrolit sangat besar dan bernilai jual tinggi. 

Dari pihak akademisi mengeluhkan pendataan IKM Susu dan Garam yang belum tertata dengan baik, sehingga menyulitkan dalam pembinaan. Hal ini perlu segera ditata ulang dalam kaitannya dengan pemgembangan produksi produk unggulan tersebut.

Beberapa hal yang menjadi sorotan dari Rumah UMKM adalah dari sisi:

1) Industri (Produksi)
  • Masalah SKILL dan KNOWLEDGE dari IKM (Masalah SDM).
  • Masalah Teknologi, baik teknologi peralatan maupun teknologi proses.
  • Masalah Organizing dan Manajemen.
2) Distribusi & Pemasaran
  • Promosi dan Publikasi Produk Unggulan
  • Channel Pemasaran (Distribusi)
  • Edukasi Pasar
3) Regulasi, Strategy & Policy
  • Review regulasi yang tidak padu satu dengan yang lain.
  • Sinergitas antar instansi yang terkait.
  • Perijinan & Sertifikasi Produk.
Kelemahan dari penentuan produk unggulan yang terjadi adalah masalah publikasi, edukasi dan promosinya kepada masyarakat. Seolah-olah produk unggulan tersebut hanya menjadi konsumsi internal dari instansi yang terkait. Bahkan akses data ke produk tersebut juga sangat terbatas, tidak terpublikasikan. Dengan melibatkan banyak pihak dalam pembahasan ini diharapkan kelemahan ini bisa teratasi.