Laman

  • Home

Jumat, 05 Juni 2015

Mencoba Memberikan Manfaat Kepada Komunitas Online Semarang

Melepas Sore di Kampoeng Semarang

Awalnya sih bengong dan bingung mau ngapain setelah jeda ide beberapa waktu pada Rabu 3 Juni 2015 yang lalu, untung saya segera teringat dengan hutang visit ke Kampoeng Semarang baik karena pesenan teman-teman Komunitas Online Semarang maupun juga program sosialisasi GetAsean.Com. Akhirnya saya putuskan cari ide sambil minum es asem jawa di Kampoeng Semarang setealah sebelumnya kontak Mas Teguh - GM Kampoeng Semarang.

Ngobrol dengan Mas Teguh tentang pemasaran digital Kampoeng Semarang yang belum tergarap, kami menawarkan keikutsertaannya di GetAsean.Com, disamping solusi lain jika memang belum ada SDM yang menangani kami sampaikan kepada beliaunya bahwa komonitas online Semarang siap back up pemasaran digitalnya. Komunitas online ini pun siap mendukung GetAsean.Com untuk produk-produk yang memang sudah siap ekspor.

Sebuah potensi yang besar yang harus digarap di Semarang, karena kita punya Kampoeng Semarang yang swasta, UMKM Center dengan CJmart-nya yang berbau pemerintah dan juga Dekranasda yang juga berbau pemerintah. Kebetulan pemasaran dari ketiga "pasar" yang saya sebutkan tadi belum mengarah ke pemasaran online.

Mengarahkan ke MINDSET online memang tidak mudah, karena mereka terbiasa dengan pemasaran konvensional yang tidak "ramah" teknologi, yang aktivitas pemasarannya banyak mengeluarkan biaya dan memakan waktu. Dunia digital memang perlu diperkenalkan kepada UMKM di Jawa Tengah, tetapi jika mereka memang mau fokus diproduksi, Rumah UMKM telah menggalang komunitas online sebagai mitra pemasaran untuk teman-teman UMKM Jawa Tengah.

2 Bus Wisata Sedang Berkunjung Ke Kampoeng Semarang

Kebanyakan Pengunjung Adalah Ibu-Ibu, Semoga Gemar Berbelanja Juga ... HeHe


Suasana Resto Asem Jawa

Melongok Ke Outlet Kerajinan di Kompoeng Semarang

Kampoeng Semarang
UMKM Produsen dan UMKM Pemasar Harus Bersatu

Kami selalu menekankan bahwa produsen harus selalu memberikan "ruang" kepada agen/reseller/distributor untuk ikut masuk dalam bisnis mereka, agar perkembangan pemasaran mereka lebih cepat dan luas. Untuk itu strategi pemasaran dan pengaturan margin laba harus dipertimbangkan masak-masak agar banyak pihak yang bisa dilibatkan dalam bisnis kita.

Sama seperti pusat oleh-oleh dan kerajinan, mereka juga harus melakukan hal yang sama agar banyak pihak yang bisa "membantu" bisnis mereka. Dengan sistem ini semua roda akan bergerak dan ekonomi akan menggelinding dengan lebih ringan. Sebenarnya inilah kekuatan mendasar dari ekonomi kerakyatan yang ingin kita bangun. Harus banyak pihak yang ikut terlibat dan mendapatkan manfaat dari setiap bisnis yang ada di masyarakat.