Laman

  • Home

Selasa, 30 Juni 2015

Hidup di "Ladang Emas" Tapi Tidak Tahu Bahwa Itu Adalah Emas



Keseharian di Gudang Buku

Belum lama saya main ke sebuah distributor buku di Semarang untuk membeli buku dalam jumlah yang cukup besar. Sembari checking stock buku di gudang, saya ngobrol dengan seorang petugas yang sudah lama bekerja di perusahaan tersebut, sebut saja Mas Mujib. Dia sangat tertarik untuk punya usaha sampingan sendiri, untuk menambah penghasilan. 

Untuk 100% keluar dari pekerjaannya jelas dia belum berani, yang dimaksudkan adalah usaha yang bisa dia lakukan sebagai sampingan. Apa salahnya memberikan sedikit ide kepada seorang teman ini ? Akhirnya saya sempatkan waktu untuk ngobrol dengan dia mengenai ide bisnis yang bisa dia lakukan sesuai dengan rutinitas yang dia lakukan.

Coba bayangkan dalam 1 bulan dia akan "berkenalan" dengan ribuan judul buku, dia memiliki data mana buku yang laku dan mana buku yang tidak laku, tiap hari pun dalam waktu luangnya dia baca buku, dan yang paling penting setiap hari dia ONLINE !

Saya katakan kepadanya bahwa sebenarnya dia hidup di ladang emas tetapi tidak tahu bahwa di bawahnya adalah emas. 

Apa ide bisnisnya ?

Mas Mujib ini ternyata suka menulis, dan saya sarankan untuk membuat media untuk tulisannya yaitu blogspot atau worpress yang nantinya akan dia belikan domainnya untuk jadi sebuah website sederhana. Masalah konten saya sampaikan kepada dia, bahwa dialah orang yang paling kaya konten karena dia bisa menulis summary sebuah buku kedalam blog-nya. Mulai dari copy paste 100% sampai dengan nantinya dia bisa menulis summary sesuai dengan pemikirannya sendiri.

Mau berapa konten dia nulis tiap hari ? Puluhan ? Ratusan ? Jangan kuatir, bahan dan materi melimpah di gudangnya. Terlebih lagi dia tahu mana buku yang laku dan mana buku yang tidak laku, buku seperti apa yang paling laku pun dia mengenal ciri-ciri dan kontennya. Sungguh suatu karunia yang luar biasa yang belum disentuh sama sekali.

Saya pun menekankan sebuah konsep untuk websitenya kepadanya, cukup jadi referensi website bagi orang-orang yang ingin tahu isi buku maupun mau membuat keputusan untuk beli buku. Toh Mas Mujib inipun tahu berapa harga buku itu di pasar.

Bagaimana mencari duitnya ? Ini adalah bagian penting dalam bisnis ini, dan saya pun memberikan penjelasan bagaimana mencari duit dari sebuah website jenis media online, yaitu cari duit dari traffic di website yang berupa iklan. Dia bisa jual iklan kepada perusahaan yang terkait dengan website tersebut, bisa jual juga kepada google adsense dan kemana saja. Dalam perjalanannya nanti, ketika sudah ratusan atau ribuan buku sudah dia review maka akan banyak tawaran penerbit buku untuk mendapatkan review darinya, dan ini juga duit. Belum lagi pasti namanya akan mulai dikenal sebagai book reviewer dan tanpa terasa personal brandingnya akan mencuat sendiri.

Itulah ide-ide saya untuk Mas Mujib yang ingin segera berbisnis dengan potensi yang ada di sekitarnya. Selamat berjuang Mas, pasti bisa !