Laman

  • Home

Rabu, 17 Juni 2015

Dalam Pembinaan UMKM, Apa bedanya HIPMI dan Kadin Jateng ?

Sinergitas Kadin Jateng dan HIPMI Jateng Dalam Membangun Kewirausahaan Baru

Sinergitas, Saling Mendukung Antara HIPMI Jateng dan Kadin Jateng

Masih banyak pertanyaan kepada kami dari teman-teman pelaku UMKM dan dari para rekan-rekan muda yang ingin memulai usaha kepada kami tentang apakah sebaiknya mereka gabung di HIPMI atau Kadin Jateng. Dan kami pun harus menjawab secara bijaksana dengan sebelumnya berkoordinasi dengan HIPMI Jateng, yang kebetulan juga di bawah naungan Kadin Jateng.

Anggota HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Jateng memang dibatasi umur sampai dengan 40 tahun, dan selanjutnya disarankan menjadi anggota Kadin Jateng. Fokus HIPMI Jateng adalah membangun kewirausahaan muda Jateng sementara Kadin Jateng membina dan mendampingi kelangsungan usaha UMKM. 

Dari gambaran singkat tersebut di atas, tentunya sudah bisa membantu pemahaman teman-teman akan fungsi dari kedua lembaga tersebut, yang jelas, satu dengan yang lainnya saling terkait dan saling mendukung.

Bahkan saat inipun Rumah UMKM yang notabene produk dari Kadin Jateng di bawah unit TTIC sedang berkoordinasi dengan bidang pembinaan UMKM-nya HIPMI Jateng yang saat ini dibawah komando Mas Ferry Firmawan. Koordinasi ini lebih banyak bersifat membagi tugas dan kolaborasi.

Apa sebenarnya yang ingin dibangun dari UMKM kita ?

Rumah UMKM menengarai ada 3 SET yang perlu dibangun dari UMKM Jawa Tengah, yaitu:
  1. MindSET - yaitu: Masalah sikap, mental dan pola pikir kewirausahaan. Pada masalah inilah HIPMI akan mengambil porsi lebih banyak daripada KADIN JATENG, terutama untuk calo wirausaha muda dibawah 40 tahun, meskipun Rumah UMKM akan tetap konsisten mengawal pembinaan mindset ini karena sudah menjadi platform programnya.
  2. OmZET - yaitu: Masalah pemasaran produk UMKM, dimana Kadin Jateng akan berkolaborasi dengan HIPMI dalam membuka dan memperluas jaringan pemasaran produk UMKM Jawa Tengah.
  3. AsSET - yaitu: Masalah bagaimana menjaga kelangsungan modal usaha bagi pelaku UMKM. Porsi ini akan menjadi tantangan dari Kadin Jateng melalui Rumah UMKM-nya untuk senantiasa menjalin kerjasama dengan lembaga finansial, perbankan dan investor disamping juga mengedukasi pelaku UMKM untuk membangun asset dan modal mandiri.
Ketiga masalah utama pembinaan UMKM di Indonesia dan dunia adalah 3 hal tersebut di atas, tinggal bagaimana kami dengan mitra berbagi tugas dan bekerjasama memberikan solusi masalah dari ketiganya.

Apa yang ingin kami lakukan kerjasamakan bersama HIPMI di masa mendatang ?

Untuk saat ini kami membantu HIPMI menggandeng Micromart untuk memberikan ruang display untuk produk UMKM binaan HIPMI Jateng di outlet Micromart, dan semoga dalam waktu dekat kerjasama ini segera terwujud.

Dalam hal edukasi dan training, ada keinginan dari HIPMI Jateng untuk membangun pusat komando training seperti EDU KADIN tetapi penekanannya adalah pada pelatihan dan training untuk motivasi entrepreneurship dan pendampingan kewirausahaan. 

Saat ini Rumah UMKM memiliki tool psikologis untuk mengukur karakter dan potensi kewirausahaan dari pemula, yaitu kerjasama Rumah UMKM dengan Equity Indonesia. Tool ini berupa psikotest ringan yang hasilnya pengukuran karakter dan potensi bisa diproses hanya dalam waktu 2 jam. Kerjasama ini akan kami alihkan antara Equity Indonesia dengan HIPMI Jateng, karena menurut pendapat kami jauh lebih tepat dan sangat membantu.