Laman

  • Home

Sabtu, 09 Mei 2015

Taman Tirto Agung & Taman Setiabudi, ramainya tidak diperkirakan sebelumnya.

Sebagai pusat keramaian massa yang tidak diperkirakan sebelumnya, tetapi berhasil !


Bagi warga Banyumanik mungkin sebagian besar sudah mengetahui pusat keramaian baru di Taman Tirto Agung, Pedalangan dan Taman Setiabudi, Srondol yang ramai setiap hari Minggu pagi. Bahkan setiap sore boleh dibilang Taman Tirto Agung seperti pasar malam tumpah, meskipun warga hanya sekedar "hang out" dan "momong" anak.


Apakah hal ini memang sudah didesain demikian ?
Saya pikir tidak, hanya saja kebetulan apa yang dibangun itu memang "cukup" sesuai dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat sekitar, yaitu sebuah taman bermain dan berkumpul. Coba sekarang dicermati, di daerah mana yang masih ada lahan yang menyisakan fasilitas umum untuk masyarakat ? Semua habis untuk kegiatan komersial semuanya harus berbayar.

Keajaiban baru juga muncul, di daerah Perumahan Taman Setiabudi Srondol setiap hari Minggu pagi juga sangat menyedot pengunjung yang hanya sekedar jalan-jalan pagi dan melihat-lihat jualan para PKL "tiban" di sana. Padatnya luar biasa, dan mampu menciptakan peluang usaha bagi UMKM yang ingin berjualan di sana.


Taman Tirto Agung Pedalangan di Waktu Malam, Tempat Nongkrong Gratis untuk Masyarakat.

Taman Tirto Agung di waktu sore, pagi hari pun di akhir pekan ramai pengunjung.
Nah, ini pemandangan Minggu pagi di Taman Setiabudi.

Surga bagi PKL untuk mengais rejeki.
Membantu pemasaran UMKM sebenarnya bisa dengan hal yang riil seperti ini, tidak perlu dengan konsep yang muluk-muluk dan akhirnya justru fasiltas yang dibangun dengan mahal malah mangkrak. Pemerintah harus bisa jeli memahami apa yang "fundamental" yang dibutuhkan oleh masyarakat awam. 
Jangan malah dengan alasan ketertiban dan kebersihan, keramaian lokal ini dibubarkan oleh SATPOL PP.

UMKM butuh makan, butuh tempat untuk jualan, bahkan ketika mereka ditarik restribusi pun mereka tidak keberatan asal sama-sama menguntungkan. Keajaiban-keajaiban seperti ini harus didalami dengan sangat emosional oleh penentu keputusan. Atur saja waktunya, jangan "ditertibkan" dengan cara dipindah tempat, yang justru sering jadi solusi yang tidak tetap sasaran.

Mari bangun tempat-tempat seperti ini di daerah-daerah lain !

Masyarakat hanya butuh tempat nongkrong dan bersosialisasi, tempat yang nyaman dan murah menjadi tambahan tuntutan mereka. Setelah kebutuhan mereka tercukupi mereka butuh jajanan ringan sampai makanan berat.

Inilah yang mulai berkembang di Taman Tirto Agung, banyak yang mulai melirik lokasi ini untuk usaha karena memang prospeknya bagus. 

Saya ikut senang ketika melihat banyak orang yang bisa mengais rejeki dari magnet massa ini.