Laman

  • Home

Kamis, 21 Mei 2015

Sekedar berpendapat : BRANDING ibarat menguntai cerita membangun citra.


Kamis sore memang sore yang padat buat saya, lepas konsultasi dari satu UMKM berlanjut ke UMKM yang lain. Kali ini menyoal masalah membangun BRAND, diskusi ringan tapi sangat menarik.
Bagaimana membuat branding yang bagus ?


Bagi saya membangun brand baik melalui media, event dan komunitas semuanya harus direncanakan dengan rapi dan dan harus membentuk sebuah profil "cerita" yang disebut image atau citra. Ibarat menarik benang kita harus menariknya dengan hati-hati agar tidak terpilin dan menjadi "bundet" bahkan putus.

Idealnya ketika membangun brand melalui media, maka media yang paling efektif membawa brand kita adalah media kita sendiri, misalnya website, face book, twitter dan lain-lain. Hanya jika kemampuan dan jangkauan media kita belum luas, maka kita perlu menggunakan media lain seperti media cetak, media elektronik, media outdoor dan media online.

Sedemikian juga dengan event, event yang ideal adalah event tunggal dengan brand kita yang menjadi center of focus. Hanya jika belum mampu membuat event sendiri, maka kita bisa nunmpang event brand lain, tetapi harus benar-benar selektif baik dalam pemilihan audience maupun konsep eventnya.

Bagaimana dengan komunitas ? Ya pastinya harus komunitas "pelanggan" kita sendiri atau jika belum punya ya harus cari komunitas yang punya potensi paling besar menjadi pelanggan kita.


Kasus menarik sore ini.

Saya tidak bisa detailkan cerita ini, tetapi saya akan memberikan gambaran konsep dari event yang akan digelar oleh binaan kami. Binaan kami akan menggelar event berupa festival suatu produk (produk binaan saya) bersama brand-brand lain yang menjadi pesaingnya sementara brand binaan saya ini belum dikenal oleh masyarakat.

Bagi saya event ini adalah event yang riskan bagi binaan saya, karena dia justru menggelar event yang tidak mendukung pembangunan brandnya. Mengapa dia tidak membuat event sendiri dengan hanya ada brand dia ? Hanya ada brand dia dan pelanggannya saja. Toh yang memprakarsai event adalah dia sendiri.

Bagi saya event yang dia rencanakan sifatnya gambling, karena dia ingin "mengadu rasa" brand dia dengan brand lain sementara brand dia belum dikenal. Dan saya kurang suka dengan cara seperti ini. Mengapa sebegitu yakinnya dia ? Apakah karena selama ini tidak banyak mengetahui lingkungan persaingan di luar ?

Sore ini saya hanya mengutarakan pendapat-pendapat saya mengenai "apa" yang lebih baik dia lakukan, daripada melakukan yang sudah dia rencanakan. Dan saya meminta dia untuk mencoba meninjau kembali konsep eventnya.