Laman

  • Home

Sabtu, 30 Mei 2015

Pelan Tapi Pasti, UMKM Center Jawa Tengah Sudah Menjadi Icon Semarang

Jumat Sore di UMKM Center Srondol, Semarang

UMKM Center telah mulai dikenal masyarakat meskipun terutama dari kalangan pelaku usaha skala kecil di Jawa Tengah. Bukan karena kemewahan fasilitasnya, tetapi justru karena "nilai" dan suasana yang akrab. Dibilang belum lengkap, pasti. Tetapi ketika bertanya kepada UMKM dimana mereka bisa berkomunitas, berkonsultasi, memperoleh edukasi dan membangun jaringan ... Maka UMKM Centerlah yang akan menjadi jawabannya.

Ketika sejak awal pengelelolaannya, Rumah UMKM Kadin Jateng bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, memang ingin mengangkat "nilai" ini di UMKM Center. Masukan dan partisipasi dari pihak lain pasti kami pertimbangkan, tetapi kami harus selalu menjaga "irama" dan keselarasan antara kemauan yang ideal dengan kondisi yang ada. Kami belajar menikmati proses sambil terus mengevaluasi konsep kami. 

Kekuatan edukasi benar-benar kami tekankan dalam pengelolaan UMKM Center Jawa Tengah ini. Acara Ngucing yang sudah berlangsung 4 kali dalam 5 bulan berdirinya UMKM Center ini selama mendapatkan tanggapan antusias dari UMKM di Jawa Tengah. Tempat ngobrol dan mencari referensi dan informasi juga berlangsung santai dan kekeluargaan, karena UMKM Jawa Tengah ini merupakan keluarga besar yang harus saling mendukung dan bekerjasama.

Seperti Jumat sore kemarin ketika saya menyempatkan diri melihat UMKM Center, saya melihat perkembangan yang menarik buat saya yaitu di sisi tengah lantai dasar, ketika para pengunjung ikut berlatih meracik kopi dan langsung belajar di Tera Kopi Temanggung. Kelihatannya sederhana, tapi ke depan kami akan coba membuat edukasi ROASTING dan BLENDING kopi sederhana di sini.

Belajar Meracik Kopi di UMKM Center

Pengunjung Boleh Belajar dan Boleh Tanya Bagaimana Buka Gerai Kopi
Melongok ke dalam (lantai 3), saya melihat aktivitas konsultasi bisnis bisnis semakin banyak yang memanfaatkannya. Baik konsultan bisnis UMKM maupun Koperasi, memberikan konsultasi bisnis kepada UMKM-UMKM, terutama yang masih start up. Pada kesempatan ini saya melihat produsen tas rajut yang datang berkonsultasi, dan saya pun sempat memberikan masukan-masukan praktis untuk desain produknya. 



Di ruang tamu lantai 3 saya saya juga memberikan konsultasi pemasaran online kepada UMKM penyewa stand di UMKM Center, bagaimana memulai dan bagaimana mengelola pemasaran digital. Strategi harga dalam pemasaran online perlu mendapatkan perhatian serius ketika produk tersebut ternyata sudah diperdagangkan secara kovensional. Pemilihan item dan pasar merupakan hal yang juga mempengaruhi strategi harganya. 

Di sisi lain di gedung ini pun saya mendapatkan UMKM yang memproduksi pakaian anak-anak yang masih dilakukannya sebagai kerja sambilan, dan dipasarkan secara online. Meskipun masih sambilan produksinya sudah sekitar 400 potong per bulan, bahkan sudah pernah kirim ke Singapura dan Malaysia. Hanya karena kerja ini dilakukan sambilan, maka produksinya hanya maksimal segitu saja.  UMKM tersebut mohon bisa dibantu bagaimana akses permodalan, dan akses pemasaran yang lebih luas lagi. Saat ini pegawai RS Swasa ini masih belum terdaftar di instansi pemerintah manapun dan juga belum masuk asosiasi manapun. Untuk ke depannya beliau mau bergabung dengan Rumah UMKM Kadin Jateng untuk dibantu bagaimana membuat konsep dan proposal bisnis serta akses pemasaran.