Laman

  • Home

Minggu, 17 Mei 2015

Menjadi Global Entrepreneur


Apakah UMKM Jawa Tengah bisa menjadi pemain global ?

Masih selalu terpatri dalam pikiran saya, tujuan dari Rumah UMKM yaitu membangun UMKM yang mandiri dan mampu bersaing global. Membangun kemandirian lebih berorientasi kepada membangun sikap mental, pola pikir dan kesiapan UMKM sebagai seorang entrepreneur sejati. Kemampuan bersaing global berarti membangun kemampuan produksi, teknologi, manajemen, infrastruktur, pemasaran dan permodalan guna bersaing dalam pasar bebas.

Apakah UMKM kita mampu ?

Jika pemikiran kita terlalu besar dan terlalu jauh, memang kita masih butuh waktu, terutama waktu unutk menjelaskan dan berdebat mengenai hal tersebut. Tetapi jika kita berpikir sederhana dan praktis, hal tersebut sangatlah mungkin dan sudah banyak yang melakukan meskipung tanpa menyadari.

Globalisasi adalah digitalisasi, dan teman-teman pedagang online sudah melakukan perdagangan internasional (global) dengan sangat simple dan praktisnya tanpa harus berpikir kapasitas besar (kontainer) dan tanpa berpikir terlalu jauh dan rumit. Mereka sudah go global tanpa disadari Jalur online adalah jalur tercepat bagi UMKM untuk masuk pasar global.

Hanya perlu diperhatikan dalam perdagangan online, kita harus tetap peduli dengan kualitas produk dan handlingnya. Produk-produk unik Jawa Tengah sudah pasti mampu menjadi magnet di luar negeri, mengapa kita tidak semakin jeli dan kreatif mencermatinya ?

Untuk perdagangan konvensional, memang masih banyak kendala dalam legalitas dan prosedur ekspor, tetapi jika pasar tersebut sudah "ditembus" pasar online pasti jalur perdagangan konvensional pun memiliki peluang yang bagus di masa mendatang. Hambatan kualitas, kapasitas, kontinuitas dan legalitas adalah hambatan fisik yang tentunya "pasti" bisa diselesaikan apalagi jika pemerintah jeli dan cermat membeikan fasilitas kemudahannya.

Berpola pikir industri

Menghadapi kendala kualitas, kapasitas, kontinuitas dan legalitas, UMKM dipaksa untuk berpikir skala industri, bukan berarti harus menjadi industri melainkan berpikir untuk bergabung satu dengan yang lainnya dalam membangun sejenis produk atau bisa dikatakan membangun sentra produksi. Dengan adanya sentra produksi, bantuan fasilitas pemerintah akan lebih terkonsentrasi. Misalnya bantuan alat untuk perbaikan teknologi produksi guna peningkatan kualitas dan kecepatan produksi, bantuan permodalan lunak dan sebagainya.

Saat ini UMKM kita masih berpikir parsial dan individu, Rumah UMKM selalu mengajak mereka untuk membangun komunitas yang "guyup" untuk persatuan UMKM yang tujuannya adalah untuk mengajak mereka berpikir "keroyokan" atau berpikir industri.

Dengan pemahaman-pemahaman sederhana ini semoga UMKM Jawa Tengah lebih mudah mencermati apa itu bersaing global.