Laman

  • Home

Selasa, 14 April 2015

Drop Shipper, modal internet dan langsung kerja saja.

Ingin usaha sendiri tapi dengan modal yang minim ?



Pernahkan anda mendengar istilah "reseller drop ship" dalam konteks shop online ?

Reseller adalah orang atau pihak yang menjual kembali produk orang lain atau supplier dimana reseller ini berdiri sendiri atau bukan merupakan pegawai dari si supplier.  Reseller tersebut diharuskan membeli dulu produk yang ingin dijual sebagai stock. Namun adalagi turunan dari reseller, yakni dropshipper. Tujuannya hampir sama dengan reseller tapi perbedaannya pada stock barang. Dropshipper tidak melakukan stock barang, mereka hanya memamerkan gambar kepada calon pembeli. Sehingga jika ada yang mau membelinya maka barang dikirimkannya dari supplier ke konsumen langsung, namun atas nama si dropshipper. Itu untuk menjaga supaya si konsumen tidak malah lari ke supplier utama apabila ingin membeli ulang. Maka dari itu supplier sebaiknya tidak ikutan berjualan eceran, karena bisa saja si konsumen googling produk tersebut berdasar merek dan menemukan supplier utama yang menjual dengan harga yang lebih murah daripada si dropshipper. Beban dropshipper tambah berat karena harus bersaingan dengan supplier.


Skema Drop Shio Ebay, hanya sebagai contoh.
Apa itu reseller dropship ?

Jadi rugi dong jadi dropshipper? Engga juga, ada ruginya ada untungnya.

Keuntungan jadi dropshipper:
  1. Minim modal untuk memulai usaha karena tidak memerlukan stock barang.
  2. Tidak perlu memikirkan tentang produksi produk beserta quality control, dimana itu memerlukan ilmu untuk melakukannya. Jadi anda hanya fokus memasarkan saja.
  3. Tidak perlu galau karena rugi kalau ada barang yang tidak laku atau dead stock.
  4. Bisa ganti-ganti supplier atau lebih dari 1 supplier bila dirasa supplier tersebut tidak cocok
  5. Tidak perlu repot antar barang ke kurir atau ekspedisi.
 Kerugian jadi dropshipper:
  1. Tidak tahu stock yang ready apa saja. Maka dari itu cari supplier yang bisa menyediakan tabel stock secara online dan update terus.
  2. Tidak punya kendali penuh terhadap stock. Kita tidak tahu apakah produk jenis tersebut seperti apa, kondisi sebenarnya seperti apa, apakah cacat atau tidak. Tidak jarang juga lho calon pembeli yang ingin difotokan langsung dulu produknya. Karena mereka sadar bahwa foto yang di showcase itu foto yang sudah dimark-up kualitas fotonya.
  3. Apabila supplier melakukan kesalahan, reputasi dropshipperlah yang akan hancur. Kesalahan supplier yang sering terjadi adalah salah ukuran, salah jenis barang, salah alamat (bukan lagu ayu ting ting ya,haha), dan salah-salah yang lain. Selayaknya kalau kesalahan ini terjadi yang menanggung dana kerugian adalah pihak suppliernya sendiri.
  4. Diskon yang didapat biasanya tidak terlalu besar bila dibanding dengan reseller yang men-stock sendiri.
Jika ada teman-teman yang memang sudah paham dengan shop online, modal terbatas, waktu terbatas mengapa tidak iseng-iseng berhadiah mencoba jadi dop shipper ?

Beberapa tips untuk mengurangi kerugian menjadi drop shipper:

  1. Pilihlah supplier yang sudah kredibel, sehingga kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan oleh supplier bisa diminimalisasi.
  2. Pilihlah supplier shop online yang memproduksi barang sendiri, agar harga barang yang dijual lebih murah sehingga margin laba drop shipper bisa lebih longgar.
  3. Pilihlah produk-produk yang unik, yang belum banyak pesaingnya.
  4. Belajar produk knowledget itu penting, karena drop shipper sejatinya adalah marketing.
  5. Pelajari juga syarat dan ketentuan dari kurir atas ekspedisi, karena banyak drop shipper yang rugi karena salah harga pengiriman. Memahami tujuan kirim juga sangat penting, karena ada beberapa daerah yang luar kota biaya kurirnya berbeda jauh dengan kota besarnya.
Demikian sharing kami untuk teman-teman yang ingin segera memulai usaha.