Laman

  • Home

Rabu, 04 Februari 2015

Sekedar Sharing, Berbisnis Di Dunia Garmen

Usaha Pemasaran Produk Konveksi


Belajar Bisnis

Sekitar tahun 1997-1998 saat saya masih terbilang karyawan di perusahaan BUMN besar di Jakarta, saya dan teman sekantor pernah belajar bisnis ekspor pakaian jadi (batik Pekalongan) ke USA. Sebuah peluang usaha yang sama sekali masih baru bagi kami, tetapi karena permintaan pembelian ini datang dari orang yang kami kenal, maka kami memberanikan diri untuk patungan modal guna ekspor pakaian jadi (batik) dengan model hawaian yang diminta oleh teman saya di USA.

Bisnis ini kami kerjakan setelah pulang kerja dan setiap hari libur kerja. Saya ambil produk jadi dari salah satu produsen batik di Pekalongan yang sampai saat ini masih eksis. Maksud kami saat ini belum ingin bisnis ini menjadi bisnis utama kami melainkan masih sebatas usaha sampingan. Sehingga fokus kami pun belum bisa 100% di bisnis ini.

3 - 4 kali pengiriman awal bisa kami lalui dengan lancar, karena produk yang diminta adalah untuk summer fashion, sehingga bahan yang dibutuhkan adalah cotton (katun) dan pengerjaannya tidak terlalu sulit karena spesifikasinya tidak terlalu ketat.  Tetapi ketika menginjak ke fall fashion dengan bahan sutra, maka kami mengalami banyak hambatan dari mulai mendapatkan supplier sampai dengan pengerjaan produk yang berkualitas tinggi (boutique). Saat inilah ujian pertama bagi kami datang, karena kiriman produk kami yang sebanyak itu dirijek 100% dan kami mengalami kerugian yang besar.

Hanya bermodal nekat saja ternyata sangat jauh dari cukup, kekurangpahaman kami terhadap MATERIAL (sutra) dan perlakuannya masih sangat memprihatinkan, ketidaktahuan kami akan CUTTING (pola) yang berpengaruh kepada kenyamanan pakaian saat dikenakan sangat mendominasi dan masalah STITCHING (jahitan/workmanship) merupakan alasan-alasan mendasar mengapa semua produk kiriman kami harus "dihancurkan" di negara tujuan.

Tidak terbayang berapa kerugian kami saat itu, yang ketika kami hitung sejumlah total modal usaha kami plus keuntungan yang kami dapatkan selama ini. Tetapi sebuah "pelajaran" penting yang saat dapatkan saat itu akan membuat saya selalu ingat dalam bisnsi konveksi yaitu MATERIAL selection, CUTTING dan STITCHING.

Memang sebuah pelajaran tidak muncul dari lancarnya usaha tetapi juga dari kegagalan, dari kegagalan inilah saya sekarang belajar bahwa untuk memulai bisnis kami harus berbekal pengetahuan yang cukup dan harus selalu mencari mitra yang ahli di bidangnya.

Saya tidak kapok dengan kegagalan di atas, ketika awal kami menikah di tahun 2004-2005 kami pun mengulang usaha butik dengan istri saya, karena memang background istri saya adalah perancang busana. Dan usaha ini pun kami jalani kurang lebih 2-3 tahun sebelum akhirnya kami putuskan untuk beralih ke bidang lain karena usaha ini kurang berkembang meskipun hasilnya cukup untuk bisa membantu penghasilan keluarga.

Kami beralih usaha karena kami paham bisnis ini kurang cocok dengan kami setelah kami mendalami Feng Shui secara otodidak dan berdiskusi dengan tokoh-tokoh Feng Shui yang sangat senior. Beralih ke dunia media masak online menjadi pilhan kami, dan kami geluti sampai dengan sekarang ini.

Bahwa bisnis tidak mudah dan pasti akan melalui perjalanan mencari-cari dan belajar adalah sebuah kewajaran dan masa ini adalah masa-masa yang juga dilalui oleh semua orang yang saat ini sukses di bidangnya.Pelajaran-pelajaran inilah yang sedikit banyak bisa saya share kepada teman-teman UMKM batik yang ada di Jawa Tengah ini, semoga bermanfaat.