Laman

  • Home

Sabtu, 06 Oktober 2018

Ajari Mereka Produk Yang Baik, Sebelum Menjual Produk Mereka.

Ajari Mereka Produk Yang Baik, Sebelum Menjual Produk Mereka.
Antara harus bangga melihat tumbuhnya kewirausahaan di daerah sekitar dan kekecewaan atas kualitas produk yang mereka jual. Ini adalah apa yang saya alami pribadi ketika melihat banyak pusat jajanan merebak di sana-sini, luar biasa pesatnya pertumbuhan bisnis mikro ini. Jajanan snack tradisional di pagi hari memang menjanjikan peluang bisnis yang menggiurkan, namun para produsen pangan juga harus ingat bahwa produk yang berkualitaslah yang akan memberikan kesan mendalam dalam reputasi bisnis mereka.

Masih banyak sekali produk-produk pangan yang dijajakan di pinggir-pinggir jalan tersebut tidak mengindahkan apa itu makanan yang bercita rasa, aman dan berkualitas. Yang masih diprioritaskan oleh para pelaku usaha adalah bahwa produk tersebut laku dan harganya murah. Namun mereka lupa bahwa pada akhirnya kualitas akan semakin menurun, dan konsumen tanpa terasa akan meninggalkan bisnisnya jika produk-produk yang mereka jual benar-benar tidak berkualitas.

Saya harus jujur mengatakan bahwa beberapa kali harus kecewa dengan produk-produk jajanan yang ada, karena seolah si penjual tidak melakukan seleksi terhadap produk yang dijualnya atau bahkan si produsen pun tidak pernah mencicipi produk yang dibuatnya. 2 hal yang mendasar untuk memulai meningkatkan kualitas produk jajanan yang ada di pinggir jalan. 

Jangan pernah berpikir lagi bahwa customer mau yang murah, sehingga mereka memprioritaskan produk yang asal saja bahkan sampai mengabaikan kualitas. Inilah kekecewaan saya ketiak tidak ada yang bisa saya banggakan dari lapak-lapak penjual snack tradisional yang ada.

Para produsen harus benar-benar dipahamkan bahwa mereka harus membangun reputasi dari kualitas produk mereka. Mereka harus belajar mencicipi dan menilai mana makanan yang layak untuk dijual dan mana yang perlu diperbaiki kualitasnya. Belum tentu makanan yang enak itu harus mahal, karena bisa jadi justru permasalahannya adalah pada ketrampilan (skill) dari produsen yang belum memadai. 

Para pedagang di lapak pun harus melakukan seleksi yang ketat terhadap produk yang dipasok oleh para produsen, dan jika perlu mereka ketat dalam hal keamanan pangan misalnya penggunaan bahan penyedap, pengawet dan minyak yang sudah berulang-ulang dipakai. Peranan pedagang sangat penting, mereka yang memiliki customer maka merekalah yang perlu menjamin loyalitas customer dengan kualitas produk yang mereka jual.

Dari pengalaman saya, teman-teman UMKM bisa mengambil contoh produk panganan tradisional yang khas dan sehat dari konsep Pasar Papringan Temanggung. Masyarakat sekitar yang telah diajarkan bagaimana membuat makanan yang tradisonal dari bahan-bahan lokal benar-benar menyajikan makanan tradisional yang berkualitas dan bisa dibanggakan untuk pengembangan bisnis selanjutnya.

Saya merasa perlu untuk memahamkan para pelaku usaha baik produsen dan pedagang untuk mulai menyadari pentingnya arti kualitas produk dalam sebuah bisnis, bukan hanya sekedar laku pada saat itu namun belum tentu bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama. Produk sangat penting dalam menjaga loyalitas customer dan reputasi usaha.