Laman

  • Home

Jumat, 20 Oktober 2017

Bangga Terhadap Produk Indonesia, Dimulai Dari Memilikinya.

Produk figurine Nuanza Porcelen Boyolali, Raja Jawa.
Beberapa hari lalu saya ngintip sharing foto di instragram-nya Mas Oka, marketing Nuanza Porcelen, dan saya lihat foto produk di atas. Wow, benar-benar kreativitas Nuanza Porcelen tidak pernah padam, selalu muncul ide-ide baru yang mengeksplorasi kearifan lokal.

Selain memunculkan desain-desain table ware yang baru, yang tentunya sangat ekslusif karena tidak ada di pasaran, Nuanza Porcelen juga merupakan produsen 3D wall tile yang produknya banyak ditunggu teman-teman arsitek untuk menghias karya propertinya. Nah, produk yang di atas dan di bawah ini adalah produk figurine keramik yang menjadi andalan UMKM ini. 

Coba lihat detail-detal produknya, adakah yang lain? Belum ada. Inlah sebabnya Presiden Jokowi sangat tertarik dengan karya Bali Dancer (Penari Bali) yang akhirnya menjadi cindera mata kenegaraan RI. Bali dancer ini merupakan ekspresi nilai budaya yang sangat kuat menyuarakan brand Indonesia. Sebuah persepsi budaya berkualitas tinggi yang mampu disimbolkan dalam sebuah figurine keramik Bali Dancer.

Bali Dancer

Bali Dancer
Sering terlintas dalam benak saya, seandainya para pengrajin di Indonesia, tidak hanya keramik saja, mampu mengeksplorasi nilai-nilai lokal Indonesia yang sesungguhnya jaman dahulu sudah sangat luar biasa maka tidak mustahil kerajinan Indonesia akan menempati level persepsi yang tinggi di pasar internasional.

Kemampuan desain dan workmanship yang tinggi memang sudah menjadi tuntutan dasar bagi para pengrajin. Siapa bilang Indonesia tidak bisa? Karena sudah banyak para produsen kerajinan yang sebenarnya mampu bermain di level ini. Merekalah yang seharusnya jadi ujung tombak promosi produk kerajinan Indonesia ketika melakukan pameran di luar negeri. Penting, karena hal ini menjadi posisitioning yang kuat bagi produk kerajinan Indonesia.

Bangga Terhadap Produk Indonesia

Saya sudah bangga dengan produk UMKM ini, sejak saat saya datang ke workshop bersama dengan Pak Sondhy Purwoko, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah. Environmentnya sangat berbeda, sebuah bongkah emas yang sedang diproses menjadi perhiasan mahal. Itulah pendapat saya saat pertama berkunjung ke Nuanza Porcelen.

Kemampuan dan konsep yang mereka miliki bisa menjadi referensi bagi pengrajin gerabah dan keramik yang lain, yang saat ini justru sedang berjuang untuk tidak mati saja. Mereka harus berani berubah, berani bereskpresi dengan desain-desain baru bukan desain lama yang sudah turun-temurun. Keahlian mereka yang sudah dari generasi ke generasi ternyata belum mampu membantu mereka mendapatkan solusi bagaimana mengolah bahan baku lokal, bagaimana meningkatkan workmanship dan bagaimana membuat desain-desain baru yang sesuai dengan perubahan pasar yang terjadi. Pasarnya telah berubah, mengapa produknya tidak berubah?

Meskipun belum banyak koleksi saya atas produk Nuanza Porcelen, namun saya telah menggugurkan kewajiban bahwa untuk bangga terhadap produk Indonesia, maka anda harus memilikinya. Ha-Ha, dan saya harus selalu update koleksinya. 

Banyak masyarakat di Indonesia yang masih belum mengenal produsen keramik asli Jawa Tengah ini, oleh sebab itu saya berharap tulisan-tulisan saya ini bisa menjadi jendela informasi terhadap kehebatan produk UMKM di Jawa Tengah yang tidak kalah dengan produk dari negara lain. Semoga anda memiliki keberanian untuk membuktikannya sendiri.