Laman

  • Home

Rabu, 19 Juli 2017

Macam-Macam Jenis Pengawet Alami dan Aman

Melengkapi tulisan yang kemarin, hari ini kami akan memberikan beberapa contoh jenis pengawet makanan alami yang aman untuk digunakan. Ternyata banyak bahan pengawet yang sudah kita kenal namun tidak kita sadari bahwa fungsi bahan tersebut sebenarnya adalah untuk mengawetkan makanan.

Untuk mengawetkan makanan agar bisa disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama kita kadang membutuhkan zat tambahan yang berupa zat atau bahan pengawet. Bahan pengawet ada dua macam yaitu pengawet alami dan bahan pengawet buatan. Bahan pengawet buatan banyak dijual bebas, bahan ini sebenarnya relatif aman asal digunakan sesuai aturan pakai dan tidak berlebihan. Jika anda ingin bahan pengawet yang lebih aman lagi maka anda bisa menggunakan bahan pengawet Alami.

Beberapa Jenis Bahan Pengawet Alami Yang Aman Untuk Makanan

Cengkeh

Cengkeh
Cengkeh adalah salah satu jenis rempah-rempah yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan India dan Cina sebagai pengawet alami. Cengkeh mengandung senyawa fenolik dalam jumlah tinggi yang memiliki sifat antioksidan. Sifat ini mampu menjaga makanan dari pertumbuhan bakteri dan jamur.


Oregano

Oregano

Karena oregano tinggi akan zat antioksidan, antibakteri, dan antijamur, maka rempah-rempah Italia ini bisa digunakan untuk mengawetkan makanan khususnya daging. Namun efek samping dari bahan ini adalah mampu merubah rasa asli makanan.


Sage

Sage
Sage adalah rempah-rempah lain yang kaya akan zat antioksidan dan antibakteri. Zat ini mampu berfungsi sebagai pengawet alami daging namun tidak mampu mempengaruhi rasa aslinya.


Thyme

Thyme

Rempah-rempah lain yang bisa digunakan sebagai bahan pengawet adalah thyme. Zat ini efektif untuk mengawetkan makanan sebab tinggi akan zat antioksidan di dalamnya.


Kayu Manis

Kayu Manis


Kayu manis adalah rempah-rempah aromatik yang juga digunakan untuk mengawetkan makanan sebab zat ini memiliki sifat antioksidan. Namun tidak seperti thyme yang melindungi makanan dari semua zat antibakteri, kayu manis lebih spesifik dalam membunuh organisme tertentu.

Rosemary


Roesemary
Rosemary mengandung zat carnosic dan asam rosmaranic yang merupakan jenis zat antioksidan pencegah kerusakan. Bahkan rosemary sendiri mengandung lebih dari 20 zat antioksidan sehingga lebih efektif dan tahan lama zat alami lainnya.

Asam Sitrat

Asam Sitrat
Asam sitrat adalah jenis asam yang banyak dikandung dalam buah seperti jeruk limau, buah persik, plum, anggur, dan jeruk. Asam sitrat selain mampu memberi rasa asam juga sering diekstraksi untuk mengawetkan makanan dan minuman ringan serta permen.


Minyak
 
Minyak
Ketika makanan bersentuhan dengan udara secara langsung, maka akan terjadi proses oksidasi yang bisa merusak rasa makanan. Minyak sendiri mampu memperlambat proses oksidasi ini dan menghilangkan mikroorganisme perusak makanan.

Garam


Garam
Garam telah digunakan sejak dahulu untuk mengawetkan daging dan sayuran. Sebab mikroorganisme yang mampu merusak makanan cenderung tumbuh di dalam air dan garam sendiri dapat menyerap air. Garam juga berfungsi untuk mencegah pertumbuhan jamur penyebab membusuknya makanan.

Cara penggunaanya sangat sederhana, tinggal menambahkan garam dalam jumlah tinggi ke dalam bahan pangan yang akan diawetkan.

Gula

Gula
Sama seperti garam, gula juga dapat menyerap kelebihan air dalam makanan yang menjadi rumah bagi mikroorganisme untuk bertumbuh. Itulah sebabnya kenapa jeli, selai, atau makanan manis lainnya yang diawetkan tidak tumbuh jamur setelah dibuka.
Penggunaanya bisa ditaburkan atau dicampur dan dilarutkan dengan bahan makanan atau minuman yang akan diawetkan.

Air Lemon

Air Lemon
Jus lemon mengandung banyak asam sitrat dan asam askorbat yang dikenal sebagai vitamin C. Keasaman mampu mencegah mikroorganisme tumbuh yang bisa merusak makanan. Tak hanya itu, vitamin C yang merupakan zat antioksidan mampu berfungsi untuk mencegah makanan dari oksidasi.

Cuka

Cuka
Sama seperti air lemon, cuka juga sangat asam dan mengandung asam asetat yang tinggi di dalamnya. Selain itu, cuka yang terbuat dari gula dan air fermentasi ini bisa membunuh mikroba penyebab membusuknya makanan.

Produk yang biasanya diawetkan dengan cuka adalah acar, kimchi, jelly dan minuman. Penggunaanya disesuaikan dengan jenis produk yang diawetkan.

Vitamin E

Vitamin E
Vitamin E adalah bahan utama dalam pengawet alami yang disebut dengan tocoperol. Tingginya zat antioksidan di dalamnya bermanfaat untuk menjaga kesegaran makanan dan melindungi rasa makanan. Dalam industri makanan, vitamin E digunakan sebagai alternatif sehat untuk mengawetkan makanan.

Karagenan

Karagenan
Keragenan adalah bahan alami pembentuk gel yang dapat digunakan untuk mengenyalkan bakso dan mie basah sebagai bahan alternatif yang aman pengganti borax. Karagenan dihasilkan dari rumput laut Euchema sp yang telah dibudidayakan di berbagai perairan Indonesia.

Dijelaskannya bahwa setiap 1 kilogram bakso membutuhkan 0,5 – 1,5 gram karagenan untuk mengenyalkannya. Di pasaran 0,5 – 1,5 gram karagenan dijual dengan harga Rp750 sampai Rp900. Karagenan dalam industri sering dijadikan bahan campuran kosmetik, obat-obatan, es krim, susu, kue, roti dan berbagai produk makanan.

Gambir

Gambir
Tanaman gambir (Uncariae Romulus et Uncus) di Indonesia daun dan getahnya digunakan untuk bahan kelengkapan untuk menyirih. Tanaman yang termasuk keluarga Rubiaceae ini juga sering digunakan untuk obat luka bakar, sakit kepala, diare, disentri, sariawan, dan sakit kulit, serta bahan penyamak kulit dan bahan pewarna tekstil. Secara alami para produsen makanan sering menggunakan tanaman yang daunnya berbentuk bujur sangkar dengan permukaan licin ini untuk pengawet makanan. Pasalnya, dalam daun ini terdapat sebuah kandungan katekin yang dapat mengawetkan makanan dari kerusakan akibat mikroorganisme dan degradasi reaksi oksidasi (penyebab basi).

Sayur Wortel

Wortel
Wortel mengandung antioksidan yakni betakaroten yang mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Caranya cukup mudah, wortel diblender, lalu diperas. Senyawa betakaroten menjadi antioksidan untuk mencegah dan menghambat ketengikan makanan yang diakibatkan udara dan mikroorganisme.