Laman

  • Home

Minggu, 29 Januari 2017

Pasar Minggu Tiban Taman Setiabudi Banyumanik Semarang, Ini Pasar Nyata Yang Dibutuhkan Usaha Mikro


Pasar Minggu Tiban, Depan Perumahan Tama Setiabudi Banyumanik Semarang
Jika anda sedang di Semarang hari Minggu pagi, silahkan sempatkan mampir ke pasar tiban Taman Setiabudi Banyumanik Semarang. Sebuah pasar rakyat yang lahir tanpa konsep tetapi berhasil baik. Mungkin konsep yang terbangun adalah tersedia tempat dan fasilitas jualan maka manfaatkan semaksimal mungkin.

Memang sebenarnya sesederhana inilah yang dibutuhkan oleh teman-teman pelaku usaha mikro, yaitu mereka butuh tempat untuk berjualan, yang dekat dengan keramaian masyarakat.

Di daerah Banyumanik ada 2 tempat yang terbilang sukses untuk para pelaku mikro mengais rejeki, yang pertama adalah Pasar Minggu Taman Setiabudi yang hanya ada setiap hari Minggu dan satunya lagi adalah Taman Tirto Agung yang merupakan taman umum untuk masyarakat yang saat ini menjelma menjadi pusat bermain bagi masyarakat.

2 tempat ini lokasinya tidak berjauhan, dan menurut saya bisa saling mendukung keberadaannya. Mungkin hanya sekitar 1 km saja, atau cuma 3 menit berkendara.

Di Pasar Minggu Taman Setiabudi saya belajar, bagaimana pasar tiban ini bisa bertahan dan bahkan bisa berkembang. Awalnya mungkin hanya beberapa lapak, tetapi saat ini sepanjang jalan sudah hampir penuh oleh pedagang yang rata-rata adalah pelaku usaha mikro. Bahkan sekarang ini produk-produknya semakin beragam, bahkan brand besar pun ikut nimbrung di sana.

Semoga keberadaan pasar ini tidak dianggap "mengganggu" oleh sementara pihak yang "tidak diuntungkan sehingga harus digusur atau dipindahkan. Karena membangun pasar seperti ini, yang bermanfaat bagi pelaku usaha mikro untuk berjualan, tidaklah gampang. Kadang "kecocokan sinyal" antara pedagang dan pembeli tidak bisa diformulasikan dalam sebuah kertas, melainkan dengan dengan sebuah aksi coba-coba. Dan ternyata aksi coba-coba ini berhasil di depan perumahan Taman Setiabudi Banyumanik.

Keberadaan pedagang yang tertib dan mau diatur juga merupakan nilai tersendiri yang menyebabkan pasar ini berkembang, bahkan sudah meluber sampai dengan sekitarnya. Tanpa terasa sudah berapa pelaku mikro yang terbantu dengan keberadaan pasar tiban ini.

Taman Tirto Agung sebagai tandem pasar tiban Taman Setiabudi, secara konsisten juga mampu menarik massa yang cukup luar biasa setiap harinya. Dengan adanya 2 titik keramaian tersebut, Jalan Durian yang dulu lengang sekarang pun sudah dilirik beberapa pengusaha untuk membuka berbagai usaha. 

Semuanya bersinar, dan mungkin seharusnya UMKM Center Jateng yang berada tidak jauh dari kedua titik keramaian tersebut bisa ikut memanfaatkan massa yang ada untuk dialihkan kepada event-event mingguan yang bisa digelar di UMKM Center Jateng ini.