Laman

  • Home

Senin, 10 Agustus 2015

Ada Apa Dengan Mbok Giyem ?

Sudah menjadi tradisi sarapan kami jika melewati kota Boyolali kami selalu mampir di Soto Segeer Mbok Giyem. Untuk kesempatan ini kami ingin "mengintip" sebenarnya apa benar Soto Segeer Mbok Giyem Boyolali langganan saya itu memang sudah jual franchise ?

Soto Segeer Mbok Giyem Boyolali

Alasan kami sarapan di sini adalah karena memang cita rasa soto daging sapinya cocok dengan lidah saya dan lidah ratusan orang yang setiap hari menjejali warung soto yang masih sangat sederhana ini. Warung soto ini letaknya tidak jauh dari Pasar Boyolali dan persis di depan Sekolah Dasar.

Hal lain yang menarik adalah lauk-pauknya yang melimpah dan banyak pilihan mulai dari sate ayam, sate telur puyuh, sate ati-ampela, sate kikil dan berbagai macam gorengan yang disupply dari usaha mikro sekitar dengan cita rasa yang sudah disesuaikan. Jadi warung soto ini juga merupakan pasar bagi produk pelaku usaha mikro di sekitarnya.

Ciri Khas Soto Segeer Mbok Giyem Boyolali, Sate Ati Ample Berbalut Telur

Sate Kikil, Inipun Menjadi Ciri Khasnya.

Lentho, Gorengan Khas Jawa
Mulai dari pegawai negeri baik dari Kabupaten Boyolali maupun luar kota sering bisa kita jumpai di warung soto ini, di samping teman-teman salesman dari luar kota dan pegawai-pegawai swasta di Kabupaten Boyolali. Yang jelas warung ini rame dari sejak dibuka sampai dengan ditutupnya.

Brand Soto Segeer Mbok Giyem

Menyebut makan soto di daerah Boyolali, pasti Soto Segeer Mbok Giyem yang disebut pertama kami selain Soto Rumput. Brand ini sudah melekat di hati pelanggan-pelanggannya, suasana dan tempat juga sudah menjadi brand tersendiri.

Tetapi kedatangan kami kemarin menjadi lain, karena nama Mbok Giyem sudah tidak muncul di penutup warung soto tersebut melainkan Soto Segeer Hj Fatimah. 

Soto Segeer Mbok Giyem Sudah Berganti Nama Menjadi Soto Segeer Hj Fatimah

Re-Branding, Terbantu Karena Brand Awal Dibangun Di Warung Ini.

Nah, Inilah Statement Yang Membuat Tanda Tanya.

Tetap ramai, dan warung soto ini tetap berhasil karena "jiwa" bisnis ini masih melekat di warung soto tersebut meskipun namanya sudah tidak Soto Segeer Mbok Giyem tetapi Soto Segeer Hj Fatimah yang merupakan salah satu pewaris dari Mbok Giyem.

Benar, bahwa brand Mbok Giyem dibangun oleh CITA RASA dan oleh Suasana Warung Soto-nya, sehingga meskipun sudah berganti menjadi Hj Fatimah, warung soto ini tetap ramai seperti biasanya karena pemilik yang baru masih tetap mempertahankan "apa" yang dirasakan oleh pelanggannya di warung soto ini.

Franchise Soto Segeer Mbok Giyem

Dulu kami sempat heran mengapa ada beberapa warung soto Mbok Giyem di berbagai daerah sementara waktu itu kami bertanya kepada pemiliknya bahwa mereka tidak buka cabang, tetapi sedikit banyak kami telah mendapatkan penjelasan dari pelayan warung soto tersebut bahwa warung soto ini sudah diwariskan kepada anak-anaknya. 

Hj Fatimah mendapatkan warung soto di depan SD 5 Boyolali dan mengembangkan beberapa cabang di Jl Pandanaran Boyolali dan Jl Bhayangkara Tipes - Solo dan masih mempertahankan tradisi Mbok Giyem meskipun tidak bernama Mbok Giyem.

Sementara saudaranya yang lain mengembangkan bisnis warung soto ini dengan nama Soto Segeer Mbok Giyem dengan sistem franchise dan sekarang sudah menyebar ke berbagai kota di Jawa Tengah.

Permasalahan Franchise Pada Umumnya

Satu lidah satu rasa, beda lidah beda rasa. Mungkin ini yang sering menjadi kenyataan dalam bisnis franchise makanan di Indonesia. Masalah keterbukaan resep dan SOP (Standard Operation Procedure) sering menjadi kendala bagi pembeli franchise, karena sering terjadi cita rasa asli dari franchise yang dibelinya tidak sama dengan cita rasa warung franchise yang dibelinya.

Atau bisa jadi juga bahwa berbeda tukang masak  maka resep yang dibuatnya pun akan berbeda cita rasa. Perlu adanya "kalibrasi lidah" bagi tukang masak ketika mendapatkan pelatihan dari pemilik franchise, karena kinerja mereka lah yang akan menentukan bisnis franchise ini berhasil atau tidak. 

Pemilik franchise harus secara periodik melakukan monitoring kualitas dan SOP di setiap outlet franchise-nya untuk memastikan bahwa SOP telah dilakukan dengan baik atau belum, dan sering terjadi bahwa ketika franchise sudah dibeli pemilik franchise cenderung tidak perduli. Jika hal ini tidak dilakukan seharusnya pembeli franchise bisa meminta kepada pemilik franchise untuk melakukannya, dan klausul ini harus muncul dalam kontrak kerjasamanya.

Modal utama dari bisnis franchise adalah brand yang sudah dikenal, tetapi masalah utamanya juga ada pada bagaimana mempertahankan brand tersebut sebagaimana aslinya.

Ini adalah suasana asli di Soto Segeer Mbok Giyem (Red: Hj Fatimah)

Selalu Ramai, Karena Brand Yang Kuat dari Mbok Giyem
Semoga brand Mbok Giyem masih terus berkibar, dan bisnis franchise Soto Segeer Mbok Giyem bisa makin berkembang dengan perbaikan-perbaikan yang mesti dilakukan oleh pemilik franchisenya. Sukses Soto Segeer Mbok Giyem !