Laman

  • Home

Sabtu, 01 Agustus 2015

Beberapa Usaha Mempertahankan Bisnis Skala Kecil

Uncertainty Business
Perjalanan krisis ekonomi dunia telah sampai ke Indonesia, yang sudah mulai terasa dampaknya saat ini. Hal ini diperburuk dengan kinerja pemerintah yang sering kurang tepat mengambil langkah penyelesaian. Keadaan ekonomi yang tidak pasti telah datang menghantui dalam berbagai bentuk, seperti pinjaman yang begitu mengikat dan permintaan konsumen yang mulai melemah karena menurunnya daya beli masyarakat.

Teknologi telah membawa para pelanggan lebih terhubung satu sama lain daripada sebelumnya. Masyarakat telah membuat pergeseran ke arah mendukung bisnis kecil dan lokal. Berikut ini kami berikan beberapa upaya agar usaha kecil mampu bertahan dalam situasi dan kondisi ekonomi yang terjadi saat ini:

1. Rencanakan untuk kondisi kosong 

Mungkin ini terdengar pesimis, tapi percayalah bahwa sebuah bisnis akan mengalami penurunan suatu saat nanti. Akan ada saat di mana tidak ada keuntungan, bahkan tidak ada uang yang masuk. Pertumbuhan bisnis pun tampak begitu lesu dan tidak ada pertumbuhan. Bisnis yang bisa bertahan adalah mereka yang telah menyiapkan rencana untuk bertahan di masa itu. Bisa saja menggunakan pendapatan melimpah pada periode sebelumnya, karena kita tidak tahu kapan pesaing yang lebih baik akan muncul, dan kapan konsumen mulai jenuh dengan kita.

Ketika bisnis Anda berhasil tumbuh besar, prioritaskan untuk menyiapkan segala sesuatu pada titik di mana Anda dapat bertahan tanpa pendapatan.

2.  Gunakan segala ide kreatif Anda sebelum menghabiskan uang 

Menjadi kreatif dalam berhemat adalah sifat alami kedua dari para pemilik bisnis modal kecil. Kita akan menemukan cara untuk menggunakan kembali hampir semua hal. Kita bisa membuat jendela dari ban bekas, atau pun memanfaatkan barang bekas milik orang lain. Kita juga akan kreatif dalam hal pembiayaan, dengan memanfaatkan koperasi, kepemilikan barang, dan bahkan pengumpulan dana untuk menjaga bisnis tetap bersaing.


survive 2

3. Melipat gandakan sumber pendapatan untuk resiko yang berbeda

Anda bisa memulai lini bisnis lain untuk menghadapi resiko berbeda yang dananya berasal dari pendapatan periode sebelumnya. Anda bisa memulai bisnis makanan jika bisnis retail baju Anda mengalami penurunan. Dengan cara ini, Anda bisa tetap bertahan di kala bisnis utama mengalami penurunan.

4.  Bekerja di mana saja, kapan saja melalui teknologi 

Bisnis tidak terbatas di mana pun, baik itu kota kecil maupun besar. Banyak bisnis berkembang dari satu pulau terpencil atau di wilayah desa yang jauh dari pusat kota. Tapi semua bisnis punya kesempatan yang sama untuk berkembang. Asalkan sebagai pemilik, Anda mau berevolusi, berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman.

5.  Perlakukan pelanggan seperti komunitas

Dalam sebuah kota kecil, sebuah berita akan dengan cepat menyebar di antara para pelanggan. Satu pengalaman buruk dengan pedagang akan diceritakan dan terus diceritakan kembali ke seluruh kota dalam waktu singkat. Bisnis yang baik tentu akan memperlakukan semua pelanggan dengan baik, menghormati mereka secara individual, dan dengan menjadi bagian dari masyarakat setempat.

6.  Bangga menjadi kecil 


Tidak ada kesempatan yang lebih baik selain memulai bisnis modal kecil. Dan umumnya, usaha kecil memberikan pelayanan yang lebih baik daripada bisnis besar. Meskipun bisnis kecil sering disarankan untuk menjadi layaknya bisnis besar, namun saat ini pelanggan telah mempercayai mereka lebih dari bisnis besar yang ada.


7.  Membangun koneksi lokal 

Saat ini pemerintah telah mendukung gerakan bisnis kecil atau pun UMKM. Banyak pameran yang diadakan khusus untuk mereka. Ini merupakan tempat yang tepat untuk terhubung dengan masyarakat setempat dan untuk menunjukkan keistimewaan bisnis mereka. Buatlah brosur sederhana untuk menunjukkan tentang bisnis Anda pada pengunjung.

Referensi: Sribu Corner