Laman

  • Home

Sabtu, 13 Juni 2015

Melirik Singapura Sebagai Pasar Produk UMKM

Profil Singkat Negara Singapura

Singapura adalah negara pulau di Asia Tenggara, terletak di ujung selatan Semenanjung Malaya antara Malaysia dan Indonesia. Singapura memiliki total lahan 778 km² dan 193 km garis pantai. Singapura terdiri dari 63 pulau, termasuk pulau utama, dikenal sebagai Pulau Singapura. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapura di selatan.

Screenshot_4

Berdasarkan sensus pada bulan Juni 2012, tercatat 5.31 juta orang tinggal diSingapura dengan tingkat pertumbuhan penduduk 2.5% pada 2012. Dari jumlah tersebut, 3.82 juta adalah warga Singapura sedangkan sisanya 1.49 juta adalah bukan warga Singapura (Non-resident). Penduduk Singapura terdiri dari berbagai etnis, diantaranya China (74.2%); Melayu (13.3%); India (9.2%) dan etnis lainnya 3.3%.


Screenshot_1
Ringkasan Perekonomian Singapura
Screenshot_2

Singapura memiliki struktur ekonomi pasar bebas yang sangat maju. Lingkungan bisnis dan infrastruktur yang baik adalah kunci di balik kesuksesan ekonomi Singapura. Sektor jasa memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB
Singapura diikuti oleh industri. Singapura menikmati lingkungan yang sangat terbuka dan bebas korupsi, harga yang stabil, dan GDP per kapita lebih tinggi dari sebagian besar negara maju. Sebagai negara dengan wilayah yang kecil, pasar domestik yang terbatas dan kelangkaan sumber daya alam, ekonomi Singapura sangat tergantung pada perdagangan, terutama dalam consumer electronics, produk produk teknologi informasi, farmasi dan sektor jasa keuangan yang maju.

Screenshot_3

terlihat bahwa pertumbuhan GDP percapita Singapura mengalami peningkatan tajam dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Ekonomi Singapura sangat dipengaruhi oleh perdagangan internasional. Karena lokasi geostrategis dan fasilitas pelabuhan yang maju, volume ekspor barang Singapura yang besar melibatkan perdagangan dengan hampir 45% dari ekspor adalah re-ekspor.

Total perdagangan eksternal Singapura pada 2012 adalah sebesar S$ 984.88 miliar meningkat tipis 1.1% (yoy) dibandingkan tahun 2011. Total ekspor turun -0.9% menjadi S$ 510.33 miliar, dan total impor tumbuh 3.2% menjadi S$ 474.55 miliar pada tahun 2011. Dimana, dari S$ 510.33 miliar ekspor, 44.12% adalah re-ekspor, hal ini menunjukkan peran Singapura sebagai hub dalam perdagangan internasional. Kelesuan ekonomi global akibat utang zona euro yang berkelanjutan, adalah alasan penurunan kinerja perdagangan Singapura.

Pasar ekspor terbesar Singapura 2012 adalah Malaysia S$ 62.87 miliar (+0.05%); Hong Kong S$ 55.9 miliar (-1.54%); China S$ 54.87 miliar (- 2.28%); Indonesia S$ 54.13 miliar (+0.66%), dan Amerika Serikat S$ 27.44 miliar (-0.7%) serta ke Jepang S$ 22.61 miliar (-2.21%).

Negara asal impor Singapura terbesar 2012 adalah Malaysia S$ 50.50 miliar (+2.71%); China S$ 48.95 miliar (+2.52%); Amerika Serikat S$ 48.2 miliar (- 1.73%), Korea Selatan S$ 32.02 miliar (+17.23%), Taiwan S$ 31.6 miliar (+15.61%), Jepang S$ 29.54 miliar (-10.39%), dan Indonesia S$ 25.23 miliar (+4.05%). Sebagai pendukung perdagangan bebas, Singapura memiliki hambatan perdagangan relatif sedikit. Mitra dagang dengan Most Favoured Nation (MFN) memiliki tingkat tarif nol untuk produk mereka selain untuk minuman beralkohol. Namun ada pembatasan impor beberapa terutama berdasarkan pada isu-isu lingkungan, kesehatan dan keamanan publik. Impor beras juga membutuhkan lisensi impor dalam rangka untuk menjamin keamanan pangan dan stabilitas harga.

Karena lokasinya yang strategis di Asia Tenggara, sarana transportasi yang memadai (melalui laut, udara dan darat) pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan dan peningkatan yang signifikan dalam disposable income penduduk, Singapura telah menjadi pusat bisnis seafood penting dan hub distribusi utama di wilayah tersebut. Singapura berfungsi sebagai pasar ekspor ikan dan produk perikanan dari negara-negara Asia Tenggara serta sebagai dasar transhipment untuk produk perikanan dari seluruh dunia.