Laman

  • Home

Sabtu, 30 Mei 2015

Strategi Harga : UMKM Sering Lupa Bahwa Mereka Butuh Mitra Pemasaran



Bekerjasama Dengan Mitra Pemasaran
Menghitung HPP (Harga Pokok Produksi) dan HJP (Harga Jual Produk)

Hal sulit lain ketika UMKM telah selesai dengan masalah produksi adalah menentukan harga. Banyak UMKM yang mengalami kesulitan dalam menghitung harga pokok produksi, karena apa yang telah mereka lakukan dan belanjakan tidak tercatat dengan baik. Untuk belanja bahan baku mungkin UMKM bisa punya rekaman dari nota yang dia terima, tetapi untuk tenaga kerja, listrik, telepon, biaya operasional, depresiasi alat dan asset lainnya tidak pernah terhitung. Sehingga seringkali ketika alat rusat UMKM merasa mereka "rugi" karena harus beli alat baru atau ketika menambahkan tenaga kerja mereka juga tidak bisa menghitung biaya upahnya dibandingkan dengan volume produksi dan penjualan yang dicapainya.

Belum lagi ketika setelah ketemu HPP dan harus melakukan pemasaran, biaya pemasaran dan promosi sama sekali tidak masuk dalam struktur biaya, sehingga ketika gencar melakukan promosi teman-teman UMKM banyak tersita dananya untuk kegiatan tersebut.


Beberapa cara menetapkan Harga Jual Produk 

Ada beberapa cara dalam melakukan penetapan harga jual produk yang lazinm dilakukan oleh produsen, antara lain:
  1. Cost Plus mark-up; menambahkan keuntungan dari HPP yang sudah terhitung. Hal ini yang paling umum dilakukan, yang terpenting bahwa seluruh komponen biaya dan modal kerja sudah dimasukkan dalam HPP. Penambahan keuntungan ini yang nantinya akan kita arahkan untuk memberikan "manfaat" kepada mitra pemasaran atau reseller.
  2. Competitive pricing; menyamakan harga produk berdasarkan harga jual kompetitor. Bukan berarti bahwa HPP diabaikan, karena HPP harus menjadi kontrol dalam persaingan.
  3. Price skimming; menetapkan harga jual tinggi kemudian diturunkan secara bertahap. Biasanya teknik dilakukan pada produk langka/unik dan tak ada kompetitornya.
  4. Multiple unit pricing; memberikan potongan harga untuk pembelian dalam jumlah banyak. Teknik ini sudah mempertimbangkan memberikan manfaat untuk mitra pemasaran atau reseller.
  5. Bundling; menjual beberapa barang dalam satu harga. Hal ini bisa dilakukan agar barang cepat terjual. Pemillihan produk bundling harus benar-benar dalam konsep 1 package. Jika beli dalam 1 package maka harga per unit jadi lebih murah.
Contoh Teknik Multiple dan Bundling.
Bila digunakan dengan tepat, teknik tersebut bermanfaat meningkatkan penjualan produk. Misalnya: menggunakan teknik Price Skimming & Multiple Unit Pricing di periode awal bisnis kemudian teknik Bundling sebagai promosi di akhir periode.

Bagi pelaku reseller yang mengambil sedikit keuntungan, manfaatkan teknik Bundling atau Multiple Unit Pricing untuk naikkan keuntungan. Bagi penjual barang bekas, teknik Bundling bisa digunakan agar barang cepat terjual.

Harga bukanlah segalanya, konsumen saat ini cerdas memilih produk berkualitas atau tidak. Banyak faktor lain yang menentukan sebuah produk laku terjual, misalnya kualitas pelayanan yang diberikan penjual kepada pembeli.

Kecepatan merespon pesanan dan cara penjual mengemas barang pesanan adalah salah satu faktor pembeli membeli kembali produk jualan kita (berlangganan).

Bekerjasamalah dengan Mitra Pemasaran

Pada kenyataannya UMKM produsen sudah terlalu sibuk dengan produksi dan memang harus fokus di produksi agar mampu memberikan jaminan kualitas produk, kapasitas dan kontinuitas supply. Memberikan "impian" pemasaran online yang muluk-muluk ataupun pemasaran offline kepada produsen bisa berarti malah mempersulit mereka dalam membagi waktu untuk produksi dan pemasaran yang pada akhirnya membuat semuanya terbengkalai terutama bagi UMKM produsen yang belum cukup tenaga kerja untuk memasarkan baik online maupun offline. 
 
Sadarkanlah UMKM kita untuk berbagi, sadarkanlah mereka untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada mitra pemasaran ikut mengambil manfaat dari bisnis yang dilakukan oleh UMKM kita. Berikanlah ruang dan kesempatan kepada distributor dan reseller untuk menjual produk kita.

Jangan samakan harga yang kita jual ke end user dengan harga yang kita jual ke distributor dan reseller, agar bisnis kita bisa berkembang lebih cepat karena dibantu oleh banyak pemasar. Hal ini yang sering dilupakan oleh teman-teman UMKM produsen.

Untuk pemasaran online, jangan kuatir kami telah menggalang komunitas penjual online untuk membantu pemasaran produk UMKM Jawa Tengah. Yang penting berilah margin yang "menarik" untuk teman-teman reseller di perdagangan online. Untuk pemasaran offline, berikanlah kesempatan kepada pedangang asongan, tukang ojek, supir angkot, supir taksi, tukan becak dan lain-lain untuk menjajakan produk anda dengan dasar komisi. Mereka juga butuh tambahan nafkah dan bisa mereka lakukan sambil bekerja rutin.
 

Pedangang Asongan Pun Adalah Mitra Pemasaran Anda

UMKM Produsen Tidak Akan Punya Waktu Untuk Melakukan Ini.

Mulai saat ini, marilah kita berbagi manfaat bisnis kita kepada orang lain agar semua menjadi sejahtera.
Semakin banyak kita bisa memberi maka semakin banyak hasil yang akan kita peroleh pada akhirnya.